Inilah Dampak Negatif Mengkonsumsi Bubble Tea Berlebihan

Inilah Dampak Negatif Mengkonsumsi Bubble Tea Berlebihan

Inilah Dampak Negatif Mengkonsumsi Bubble Tea Berlebihan – Tentunya saat ini sudah semakin banyak orang yang merasa senang untuk dapat memakan dan meminum bubble tea yang banyak di konsumsi orang untuk rasanya yang begitu enak.

Bubble tea telah menjadi minuman favorit anak muda di berbagai negara. Butiran kenyalnya tak sengaja ditemukan oleh Liu Han-Chieh, yang merupakan pemilik kedai teh di Taiwan pada tahun 1998.

Saat bosan, ia mencampur puding tapioka ke dalam es teh dan setelah dicoba ternyata rasanya enak. Kemudian, ia memasukkan produk temuannya ke dalam menu kedainya. Sebuah inovasi bernama bubble tea muncul dan menyebar ke seluruh Taiwan, dan sekarang dunia.

Namun, ada beberapa risiko kesehatan yang disebabkan dari bahan yang digunakan untuk membuat boba atau pearl dalam minuman bubble tea. Berikut beberapa dampak negatif bubble tea bagi kesehatan terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.

Mengonsumsi bubble tea berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Tepung kanji atau tepung tapioka yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan boba mengandung pati resistan yang sulit dicerna tubuh.

Satu cangkir bubble tea yang nikmat itu ternyata mengandung 540 kalori dan karbohidrat dari pati. Ada kasus karena seringnya mengonsumsi bubble tea, seorang remaja usia 14 tahun di Zheijang, China, mengalami gangguan pencernaan. Saat pemeriksaan, ditemukan butiran bola-bola dalam hasil pindaian tomografi terkomputerisasi (CT). Kabar baiknya kondisi remaja tersebut teratasi setelah diberikan obat pencahar.

Terus dapatkan banyak informasi dan berita menarik lainnya hanya di layarberitaonline.com

Ada rumor yang beredar yang mengatakan bahwa bubble tea adalah salah satu penyebab kanker. Laporan ini berasal dari Jerman pada tahun 2012 yang cukup menghebohkan. Banyak media yang mengangkat penelitian tersebut sebagai laporan utama, termasuk media di Taiwan karena sampel penelitian diambil dari pasar Taiwan.

Ditemukan stirena, asetofenon, serta zat tertentu yang melekat pada unsur bromin pada bubble oleh para peneliti dari RWTH Aachen University, Jerman. Zat-zat tersebut diidentifikasi sebagai bahan senyawa bifenil poliklorinasi (PCB), mikro-polutan yang beracun. U.S. Environmental Protection Agency juga mengatakan bahwa paparan PCB bisa memicu kanker pada hewan.…